Blog

  • ChiFEC UAD Gelar Webinar Memperingati Hari Ibu

    ChiFEC UAD Gelar Webinar Memperingati Hari Ibu

    Sebagai salah satu cara memeriahkan peringatan hari ibu ChiFEC UAD menggelar webinar dengan tema “Ketangguhan Orang Tua dan Kesehatan Mental Keluarga”. Webinar tersebut dilaksanakan secara daring melalui ruang virtual zoom dan disiarkan secara langsung pada youtube ChiFEC UAD pada Sabtu (12/21). 

    Webinar yang diketuai panitia oleh Dr. Nurul Hidayah S.Psi.M.Si., Psikolo itu diawali dengan pembukaan dan kalam ilahi lalu disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian  Anton Yudhana, S.T.,M.T., Ph.D. hadir memberikan sambutan, dengan sambutan tersebut sekaligus membuka kegiatan pada pagi hari itu. Pada webinar memperingati hari ibu ini, ChiFEC menghadirkan Muhammad Iqbal, Ph.D, Psikologi dan Dra. Alif Muarifah, S.Psi., M.Si., Ph.D sebagai narasumber dengan didampingi Dewi Eko Wati, S.Psi., M.Psi., Psikologi selaku moderator. 

    Materi pertama yang disampaikan oleh Muhammad Iqbal, Ph.D, Psikologi mengangkat tema tentang “Peran Orang Tua Dalam Menjaga Kesehatan Mental Keluarga”. Dalam presentasinya, Muhammad Iqbal menyampaikan tentang pentingnya orang tua dalam keluarga. Resilien yang berarti kemampuan seseorang untuk bertahan dan beradaptasi dalam menghadapi, mengatasi, mencegah, meminimalkan atau menghilangkan dampak-dampak yang merugikan serta mampu untuk bangkit dan pulih kembali dari tekanan, keterpurukan, kesengsaraan atau hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup. Resilien tersebut digunakan sebagai contoh bagaimana berkehidupan dalam berkeluarga. “Elemen terkecil dari sebuah negara adalah keluarga, jadi jika keluarga rusak maka  negara pun akan rusak juga” ujar Muhammad Iqbal dalam webinar hari ibu tersebut.

    Beralih ke materi yang ke dua disampaikan oleh Dra. Alif Muarifah, S.Psi., M.Si., Ph.D membawakan tema tentang “Menjadi Wanita Tangguh dan Menyengangkan”. Dalam materi kali ini contoh-contoh banyak diberikan oleh narasumber seputar kehidupan berumah tangga dan mendidik anak. Menurut Alif Muarifah, dalam setiap 10 tahun pernikahan pasti ada peristiwa yang menjadi cobaan dalam sebuah keluarga salah satunya dalam hal mengasuh anak. Peran  orang tua sebagai role model dalam pengasuhan anak sangat penting dilakukan. Alif Muarifah menanamkan tanggung jawab serta kemampuan untuk mandiri kepada anak sejak kecil, dan ternyata kebiasaan tersebut tertanam pada anak hingga dewasa.

    Mendekati penghujung acara banyak peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait dengan tema dalam kegiatan webinar tersebut. Kegiatan webinar dihadiri oleh kurang lebih 120 peserta di ruang virtual zoom dan 50  peserta melalui youtube ChiFEC  UAD. Tidak lupa Dr. Riana Mashar, S.Psi., M.Si., Psiko juga hadir memberikan sepatah dua patah kata  diakhir kegiatan webinar siang itu. (PM)

  • Pendampingan dan Advokasi Mindful Parenting Bagi Para Dosen PGPAUD FKIP dan Anggota ChiFEC Universitas Ahmad Dahlan

    Pendampingan dan Advokasi Mindful Parenting Bagi Para Dosen PGPAUD FKIP dan Anggota ChiFEC Universitas Ahmad Dahlan

    The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) mengadakan kegiatan Mindful Parenting bersama dengan dosen PGPAUD FKIP UAD. SEAMEO sendiri merupakan sebuah lembaga antar pemerintah yang mencakup wilayah regional Asia Tenggara dan didirikan pada tahun 1965 atas kesepakatan antara pemerintah negara-negara Asia Tenggara dalam rangka mempromosikan kerjasama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan Mindful Parenting dilaksanakan secara luring di lantai 10 kampus 4 UAD pada Kamis (12/21).

    Kegiatan yang dihadiri oleh dekan FKIP Dr. Trikinasih Handayani, M.Si. dan wakil dekan Dr. Dody Hartanto, M.Pd. ini dimulai pada pukul 08.30 dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, SEAMEO Color, dan SEAMEO Song. R. Lufky Muhammad selaku ketua panitia memberikan orientasi singkat terhadap kegiatan yang akan berlangsung. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Rektor UAD, Dr. Muchlas, M.T, sambutan sekaligus pembukaan dari Dr. Tri Priyono, M.Ed selaku direktur SEAMEO CECEP. Tak Lupa Kaprodi PGPAUD FKIP UAD Dra. Alif Muarifah, M.Si., Ph.D turut hadir dalam kegiatan ini. Adapun kegiatan selanjutnya yaitu penandatanganan MoA antara SEAMEO CECEP dan Universitas Ahmad Dahlan.

    Dr. Tina Hayati Dahlan, M.Pd hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Mindful Parenting dengan materi “Pengasuhan Penuh Kesadaran dan Kasih Sayang (P2K2S)”. Dr. Tina mengungkapkan  permasalahan pengasuhan yang dihadapi orang tua semakin kompleks. Peran ganda orang tua menyebabkan perlunya penguatan keterampilan pengasuhan yang lebih efektif dan bermakna dalam menjalin interaksi dengan anak. Beliau menyatakan bahwa pada dasarnya perilaku anak akan meniru pola atau kebiasaan yang dilakukan orangtuanya. Penanaman  tanggung jawab kepada anak sejak dini misalnya akan menumbuhkan kesadaran terhadap tanggung jawabnya sendiri dan terbawa hingga anak dewasa. Dalam pengasuhan pada anak, orang tua perlu mengembangkan kesadaran dan kasih sayang baik secara lisan maupun perilaku. Disela-sela presentasinya Dr. Tina mempraktekkan beberapa kegiatan makan penuh makna bersama peserta Mindful Parenting dan mengelola rasa marah dengan baik.

    Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari dosen-dosen PGPAUD FKIP UAD dan anggota ChiFEC.. Peserta sangat antusias mengikuti rangkaian acara mindful parenting ini, hal tersebut ditandai dengan banyaknya peserta yang bertanya dan memberikan pengalaman mereka saat acara ini berlangsung. Dengan diadakannya kegiatan Mindful Parenting ini harapannya, para dosen akan menyampaikan materi ini kepada para guru PAUD kemudian dari Guru PAUD akan disampaikan kepada orang tua siswa terkait cara pengasuhan pada anak.

  • Konseling Pengasuhan di SD Muhammadiyah Kleco Kotagede

    Konseling Pengasuhan di SD Muhammadiyah Kleco Kotagede

    Terdapat permasalahan yang dialami oleh siswa baik permasalahan akademik maupun non-akademik yang belum tertangani dengan baik sehingga berdampak terhadap prestasi akademik maupun secara sosial. Adanya dukungan orangtua bagi optimalisasi potensi anak juga masih perlu ditingkatkan karena pemahaman orangtua yang belum memadai tentang pengasuhan. Kurangnya pemahaman dan keterampilan yang memadai tentang pengasuhan menyebabkan orangtua mengalami kesulitan dalam menghadapi problem psikologis pada anaknya. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa kasus yang terjadi di lapangan, yang sebagian besar disebabkan karena orangtua belum memahami konsep pengasuhan yang tepat, hal ini ditunjukkan dari inkonsistensi pengasuhan yang diberikan oleh ibu dan ayah, kebingungan orangtua ketika menghadapi sikap anak yang tiba-tiba berubah dari biasanya ceria menjadi murung, dan ketidaktahuan orangyua tentang cara membiasakan perilaku-perilaku positif bagi anak. Melalui permasalahan tersebut, tim CHIFEC UAD berusaha memberikan solusi berupa konseling pengasuhan kepada orangtua siswa di sekolah mitra. Konseling pengasuhan ini menggunakan pendekatan kelompok karena diasumsikan bahwa peserta kelompok memiliki permasalahan umum yang relatif sama, berupa permasalahan pengasuhan. Tujuan konseling ini untuk meningkatkan kemampuan orangtua dalam pengasuhan pada anak, serta mampu mengatasi hambatan dan kesulitan dalam pengasuhan sehingga dapat membantu optimalisasi siswa secara akademik, emosi, maupun sosial.

    Ibu Ismira Dewi, M.Psi., Psikolog saat memberikan penjelasan kepada orangtua/wali murid di SD Muhammadiyah Kleco

    Konseling kelompok dilaksanakan di SD Muhammadiyah Kleco Kotagede Yogyakarta sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 9, 16, dan 23 Mei 2019 dan dilanjutkan follow up tanggal 25 Oktober 2019. Bertindak sebagai konselor/narasumber adalah Ibu Dr. Nurul Hidayah, M.Si., Psikolog dan Ibu Ismira Dewi, M.Psi., Psikolog, serta dibantu tiga mahasiswa S1. tahap pelaksanaan konseling kelompok terbagi menjadi tahap orientasi dan eksplorasi (termasuk pembentukan norma kelompok), tahap penggalian dan pencarian solusi masalah, serta tahap terminasi dan perumusan rencana tindak lanjut. Pada tahap orientasi dan eksplorasi dilakukan perkenalan antara konselor, asisten konselor, dan peserta konseling. Jumlah peserta konseling tiap kali pertemuan sebanyak 10-20 orangtua/wali murid, dan pada saat follow up sebanyak 50 orang.

    Konseling pengasuhan ini ternyata memberikan manfaat yaitu orangtua memeroleh pemahaman yang lebih mendalam tentang cara pengasuhan dan menangani permasalahan anak terutama terkait dengan penggunaan gawai (gadget) dan pengelolaan emosi. Melalui konseling kelompok, orangtua diharapkan dapat menerapkan pola pengasuhan ketika di rumah, serta memiliki kelompok dukungan untuk memecahkan masalah pengasuhan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Inisiasi Kerjasama ChiFEC dengan SD Muhammadiyah Kleco Yogyakarta

    Inisiasi Kerjasama ChiFEC dengan SD Muhammadiyah Kleco Yogyakarta

    Sebagai pusat studi yang concern dengan pendidikan anak dan keluarga, ChiFEC sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan mulai jenjang usia dini hingga pendidikan tinggi. Pada hari Kamis, 31 Mei 2018, ChiFEC berkesempatan untuk bersilaturahmi di SD Muhammadiyah Kleco, Kotagede, Yogyakarta sekaligus menginisiasi kerjasama. Bentuk kerjasama yang diharapkan antara lain berupa pemberian layanan psikologis bagi siswa, guru, dan orang tua. Bentuk layanan disesuaikan dengan hasil need assesement yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

    PDM Kota Yogyakarta yang memfasilitasi pertemuan ini menyambut baik rintisan kerjasama tersebut dan berharap kerjasama serupa akan diikuti oleh SD Muhammadiyah lain di Kota Yogyakarta. Peningkatan kualitas kesehatan mental di sekolah sangat penting, sehingga kehadiran layanan psikologi di sekolah menjadi suatu kebutuhan, termasuk di sekolah dasar.

    Kepala Pusat Studi ChiFEC, Ibu Nurul Hidayah, S. Psi., M. Si., Psikolog., bersama Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kleco, Bapak Amirudin, S. Pd., dan pihak PDM Kota Yogyakarta (berkacamata), Bapak Dr. Muh. Joko Susilo, M. Pd.

  • Penelitian Unggulan ChiFEC

    Penelitian Unggulan ChiFEC

    Salah satu penelitian unggulan Pusat Studi ChiFEC yang ditekuni saat ini adalah penelitian dengan tema “Kurikulum Pengasuhan bagi Pasangan Muda”. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan ChiFEC terhadap fenomena masih banyaknya pasangan muda yang belum memiliki tujuan pengasuhan sehingga berdampak terhadap rendahnya kualitas pengasuhan dan meningkatnya kekerasan terhadap anak. Penelitian direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan terdiri dari tiga tahap, mulai dari tahap asesmen, penyusunan dan uji coba modul intervensi, serta implementasi intervensi. Penelitian dimulai tahun 2017 yang lalu dan saat ini mulai memasuki tahun kedua. Penelitian dilaksanakan di empat kabupaten dan satu kota di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat luas dalam membantu meningkatkan kualitas pengasuhan kepada anak.

  • Kunjungan ke Sekolah SPA Solo Raya

    Kunjungan ke Sekolah SPA Solo Raya

    Pusat Studi ChiFEC bekerja sama dengan Prodi PGPAUD UAD melakukan kunjungan studi banding ke Sekolah SPA Solo Raya pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2018 yang lalu. Sekolah yang terletak di kawawan Solo Baru ini terdiri dari jenjang PAUD hingga SMP. Kunjungan bertujuan untuk menambah wawasan bagi dosen dan mahasiswa tentang penerapan best practice PAUD. Filosofi sekolah SPA ini terangkum dalam akronim PIAGET, yang merupakan singkatan dari passion, integrity, adaptability, grace, excellence, dan teamwork. Keunggulan sekolah ini antara lain penerapan kurikulum Cambridge dalam pembelajaran dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan sebagian guru yang merupakan native speaker, serta penerapan metode Montessori dalam proses pembelajaran.

  • Talkshow chifec “apakah anakku berbeda: kenali keragaman anak melalui deteksi gangguan dan stimulasi perkembangan anak”

    Talkshow chifec “apakah anakku berbeda: kenali keragaman anak melalui deteksi gangguan dan stimulasi perkembangan anak”

    TALKSHOW CHIFEC

    Sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat terutama kalangan orangtua dan guru, Pusat Studi ChiFEC UAD bekerja sama dengan Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI) Cabang Yogyakarta mengadakan Talkshow bertema “Apakah Anakku Berbeda: Kenali Keragaman Anak Melalui Deteksi Gangguan dan Stimulasi Perkembangan Anak”. Talkshow yang berlangsung di Islamic Center Kampus IV UAD ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. I.L. Gamayanti, M.Si., Psikolog;  Erny Hidayati, S.Psi., M.A., Psikolog; dan Nurri Ariyanti Puspitasari, S.E. Acara dihadiri sekitar 150 peserta yang berasal dari kalangan guru, orangtua, mahasiswa, dan masyarakat umum. Materi yang dibahas oleh narasumber berkisar tentang tumbuh kembang anak normal dan ABK, layanan yang tepat untuk anak ABK, serta pendampingan ABK dan membentuk parent support group (PSG) yang sukses. Antusiasme peserta sangat tinggi, apalagi pada siang harinya dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk merintis pembentukan parent support group. Para peserta dapat mengungkapkan pengalaman masing-masing dalam menghadapi tumbuh kembang anak. Sebagai tindak lanjut akan dibentuk PSG sebagai ajang berbagai pengalaman dan ilmu dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Acara juga dimeriahkan oleh pentas seni oleh siswa-siswi dari salah satu SLB di Yogyakarta.

  • Menyiapkan Generasi Unggul dan Produktif

    Menyiapkan Generasi Unggul dan Produktif

    Menyiapkan Generasi Unggul dan Produktif

    Pada tanggal 17 Maret 2018 salah satu dosen ChiFEC yaitu Bapak Dr. Suyadi, M.Pd.I. berkesempatan menjadi narasumber acara ceramah yang diselenggarakan oleh BKKBN di Balai RW 15 Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Ceramah yang bertema “Menyiapkan Generasi Unggul dan Produktif” ini dihadiri oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Gedongkiwo. Antusiasme peserta sangat tinggi.

    Menyiapkan Generasi Unggul dan Produktif

  • Klinik Proposal Penelitian Unggulan

    Klinik Proposal Penelitian Unggulan

    Sebagai tindak lanjut hasil workshop proposal penelitian yang telah dilaksanakan pada tanggal 4-5 Januari 2018, para peneliti ChiFEC yang dibagi menjadi tiga divisi masing-masing bertanggung jawab untuk menyusun dan menyelesaikan proposal unggulan. Kemajuan penulisan proposal dimonitoring dalam forum Klinik Proposal Penelitian Unggulan yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2018. Tema utama penelitian untuk divisi Media berupa literasi media, sedangkan divisi Parenting mengangkat tema regulasi emosi. Adapun divisi School Well-being akan meneliti tema terkait flow/joyful learning. Skim yang akan dituju antara lain PKLN (Penelitian Kerjasama Luar Negeri) dan PTUPT (Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi). Sehubungan dengan diterbitkannya Panduan Penelitian dan  Pengabdian Masyarakat Dikti Edisi XII tahun 2018, dilakukan penyesuaian format proposal sesuai panduan terbaru dan ditargetkan pada bulan Mei 2018 proposal telah sampai tahap finalisasi. Pada acara klinik proposal ini, topik konsultasi proposal berkisar pada negara-negara yang berpeluang diajak bekerja sama dan luaran-luaran penelitian yang sesuai dengan skim penelitian yang dituju.

  • Workshp Penyusunan Proposal Unggulan

    Workshp Penyusunan Proposal Unggulan

    Workshp Penyusunan Proposal Unggulan

    Dalam rangka meningkatkan motivasi dan kompetensi peneliti ChiFEC, pada tanggal 4-5 Januari 2018 telah diselenggarakan workshop dengan tema “Meniti Jalan Peneliti”. Workshop berlangsung di Kampus 1 UAD dengan menghadirkan narasumber dari anggota ChiFEC sendiri, yaitu Bapak Anton Yudhana, S.T, M.T., Ph.D. Kiat-kiat praktis disampaikan oleh narasumber untuk meningkatkan kompetensi meneliti dan merancang karir ilmiah, antara lain menyusun target, meningkatkan rasa percaya diri, bermimpi besar, berprasangka baik kepada Alloh, menciptakan sistem, dan berkolaborasi dengan cara meningkatkan skill berkomunikasi. Secara teknis disampaikan juga tentang strategi menyusun roadmap dan merancang track record peneliti. Roadmap penelitian sebaiknya disusun untuk 30 tahun ke depan, harus (1) jelas, ringkas, padat, dan harus mudah dipahami; (2) sesuai format tertentu; (3) dapat dilaksanakan; (4) terukur; (5) adjustable; (6) terinci; (7) merupakan kesepakatan bersama yang memberikan gambaran kesadaran akan tanggungjawab yang harus diselesaikan; dan (8)  menjadi dokumen resmi kelompok peneliti atau prodi.

    Tema lain yang dibahas adalah cara mengelola riset payung, yaitu penelitian kolaboratif suatu tema besar penelitian yang dibagi atau diturunkan ke dalam beberapa subtema penelitian yang lebih kecil. Masing-masing subtema penelitian tersebut menjadi bagian saling melengkapi jika digabungkan, akan tetapi jika dipisahpun dapat berdiri sendiri.

    Workshp Penyusunan Proposal Unggulan