Category: Penelitian

  • ChiFEC UAD Lakukan Penelitian Pengasuhan Anak dalam Budaya Jawa Bersama SEAMEO CECCEP

    ChiFEC UAD Lakukan Penelitian Pengasuhan Anak dalam Budaya Jawa Bersama SEAMEO CECCEP

    Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan di sebuah dusun di kelurahan di Yogyakarta, SEAMEO CECCEP mengadakan diskusi secara online bersama dengan ChiFEC UAD. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali informasi lebih dalam tentang pola pengasuhan anak terutama di dalam budaya Jawa.

    Diskusi rutin dilakukan setiap satu minggu sekali yang sudah di mulai sejak Kamis lalu (16/02). Diskusi dilakukan dengan harapan tercapainya penelitian yang tepat sasaran dan dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan. Pemaparan materi teknis-teknis pengambilan data melalui observasi dan wawancara disampaikan oleh Fatimah Rahmah, S.Psi., M.Ed yang membidangi Research and Development Officer di SEAMEO CECCEP. Pada penelitian pengasuhan berbasis budaya jawa ini, ChiFEC UAD dan SEAMEO CECCEP menggandeng dua mahasiswa sebagai enumerator yang nantinya akan bertugas secara langsung di lapangan selama kurang lebih satu bulan. Harapannya enumerator dapat tinggal bersama warga di dusun yang akan dijadikan lokasi penelitian, supaya dapat menggali dan mengamati lebih detail dalam pola pengasuhan dan juga kehidupan sehari-harinya.

    Setelah diskusi yang cukup panjang, akhirnya penelitian akan resmi dilakukan pada tanggal 27 Februari – 31 Maret 2023. Kegiatan ini dihadiri juga oleh Dr. Riana Mashar, M.Psi., Psiko., selaku kepala pusat studi ChiFEC UAD, kemudian dari SEAMEO CECCEP Ith Vuthy, M.Sc., M.A. sebagai Deputy Director for Program, Irfan Anshori, M.Pd. sebagai Head of Research and Development Division, Sitti Huzaimah, M.Pd. sebagai Research and Development Assistant, juga turut hadir dalam kegiatan diskusi tersebut.

    Enumerator sebagai salah satu alat yang sangat penting dalam berjalanannya penelitian ini diharapkan dapat bertanggung jawab, dan juga dipersilahkan untuk bertanya ataumenyampaikan jika ada kendala selama pengambilan data berlangsung, ujar Fatimah, M.Psi dalam diskusi pagi itu. Kemudian untuk  minggu-minggu selanjutnya akan terus dilakukan diskusi untuk memantau perkembangan proses penelitian sudah sampai sejauh apa. (PM)

  • Penelitian Learning Loss Pada Anak Usia Dini Di Masa Pandemi Dalam Rangka Realisasi MOU antara ChiFEC, Pusjaknas UAD, dan PWA DIY

    Penelitian Learning Loss Pada Anak Usia Dini Di Masa Pandemi Dalam Rangka Realisasi MOU antara ChiFEC, Pusjaknas UAD, dan PWA DIY

                                               TK ABA Tawarsari III

    Children & Family Education Center (ChiFEC) , Pusat Studi Kebijakan Nasional Universitas Ahmad Dahlan (Pusjaknas UAD), dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWA DIY) beberapa waktu lalu mengadakan penelitian sebagai wujud nyata kerja sama MOU antar lembaga. Kegiatan penelitian ini dilakukan mulai dari tanggal 25 – 30 Maret 2022, yang melibatkan kurang lebih 250 guru di Kabupaten yang ada di Yogyakarta. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah.

                             SD Unggulan Aisyiyah Bantul

    Penelitian ini fokus pada tumbuh kembang anak karena di masa pandemi anak banyak mengalami learning loss. Sasaran dalam penelitian ini adalah Guru TK ABA yang ada di DIY. Tim peneliti mengunjungi 5 Kabupaten yang ada di Yogyakarta antara lain, Kota Yogyakarta, Kulonprogo, Gunung Kidul, Sleman, dan Bantul. Pada masing-masih Kabupaten dihadiri perwakilan oleh 2 – 3 guru yang jika ditotal kurang lebih mencapai 50 guru TK ABA Se-Kabupaten tersebut.

    Tim peneliti didampingi oleh pengurus dan atau pamong sekolah untuk membantu pengkondisian acara yang berlangsung. Kegiatan yang dilakukan adalah Forum Group Discussion (FGD) atau bisa disebut dengan wawancara atau  interview. Pengambilan data ini merupakan proses lanjutan dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan media kuesioner melalui google form.  

                TK ABA Kauman Yogyakarta

    Tak hanya fokus pada aspek tumbuh kembang pada anak, namun aspek yang didiskusikan juga mencakup pemahaman guru, fasilitas belajar anak selama Belajar Dari Rumah (BDR), dukungan dari lingkungan, serta aspek ekonomi. Guru-guru nampak antusias dalam mengikuti rangkaian acara ini dari awal hingga usai. Hal tersebut ditandai dengan aktifnya guru dalam melakukan diskusi dan saling menyampaikan pengalamannya selama mengajar di masa pandemi. 

    Tim peneliti berharap bahwa data yang telah terkumpul dapat bermanfaat kedepannya. Berbagai masalah-masalah dan kendala yang ditemukan selama proses learning loss semoga dapat ditemukan jalan keluarnya bersama. (PM)

  • Penelitian Unggulan ChiFEC

    Penelitian Unggulan ChiFEC

    Salah satu penelitian unggulan Pusat Studi ChiFEC yang ditekuni saat ini adalah penelitian dengan tema “Kurikulum Pengasuhan bagi Pasangan Muda”. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan ChiFEC terhadap fenomena masih banyaknya pasangan muda yang belum memiliki tujuan pengasuhan sehingga berdampak terhadap rendahnya kualitas pengasuhan dan meningkatnya kekerasan terhadap anak. Penelitian direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan terdiri dari tiga tahap, mulai dari tahap asesmen, penyusunan dan uji coba modul intervensi, serta implementasi intervensi. Penelitian dimulai tahun 2017 yang lalu dan saat ini mulai memasuki tahun kedua. Penelitian dilaksanakan di empat kabupaten dan satu kota di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat luas dalam membantu meningkatkan kualitas pengasuhan kepada anak.

  • Kunjungan ke Sekolah SPA Solo Raya

    Kunjungan ke Sekolah SPA Solo Raya

    Pusat Studi ChiFEC bekerja sama dengan Prodi PGPAUD UAD melakukan kunjungan studi banding ke Sekolah SPA Solo Raya pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2018 yang lalu. Sekolah yang terletak di kawawan Solo Baru ini terdiri dari jenjang PAUD hingga SMP. Kunjungan bertujuan untuk menambah wawasan bagi dosen dan mahasiswa tentang penerapan best practice PAUD. Filosofi sekolah SPA ini terangkum dalam akronim PIAGET, yang merupakan singkatan dari passion, integrity, adaptability, grace, excellence, dan teamwork. Keunggulan sekolah ini antara lain penerapan kurikulum Cambridge dalam pembelajaran dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan sebagian guru yang merupakan native speaker, serta penerapan metode Montessori dalam proses pembelajaran.

  • Klinik Proposal Penelitian Unggulan

    Klinik Proposal Penelitian Unggulan

    Sebagai tindak lanjut hasil workshop proposal penelitian yang telah dilaksanakan pada tanggal 4-5 Januari 2018, para peneliti ChiFEC yang dibagi menjadi tiga divisi masing-masing bertanggung jawab untuk menyusun dan menyelesaikan proposal unggulan. Kemajuan penulisan proposal dimonitoring dalam forum Klinik Proposal Penelitian Unggulan yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2018. Tema utama penelitian untuk divisi Media berupa literasi media, sedangkan divisi Parenting mengangkat tema regulasi emosi. Adapun divisi School Well-being akan meneliti tema terkait flow/joyful learning. Skim yang akan dituju antara lain PKLN (Penelitian Kerjasama Luar Negeri) dan PTUPT (Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi). Sehubungan dengan diterbitkannya Panduan Penelitian dan  Pengabdian Masyarakat Dikti Edisi XII tahun 2018, dilakukan penyesuaian format proposal sesuai panduan terbaru dan ditargetkan pada bulan Mei 2018 proposal telah sampai tahap finalisasi. Pada acara klinik proposal ini, topik konsultasi proposal berkisar pada negara-negara yang berpeluang diajak bekerja sama dan luaran-luaran penelitian yang sesuai dengan skim penelitian yang dituju.

  • Workshp Penyusunan Proposal Unggulan

    Workshp Penyusunan Proposal Unggulan

    Workshp Penyusunan Proposal Unggulan

    Dalam rangka meningkatkan motivasi dan kompetensi peneliti ChiFEC, pada tanggal 4-5 Januari 2018 telah diselenggarakan workshop dengan tema “Meniti Jalan Peneliti”. Workshop berlangsung di Kampus 1 UAD dengan menghadirkan narasumber dari anggota ChiFEC sendiri, yaitu Bapak Anton Yudhana, S.T, M.T., Ph.D. Kiat-kiat praktis disampaikan oleh narasumber untuk meningkatkan kompetensi meneliti dan merancang karir ilmiah, antara lain menyusun target, meningkatkan rasa percaya diri, bermimpi besar, berprasangka baik kepada Alloh, menciptakan sistem, dan berkolaborasi dengan cara meningkatkan skill berkomunikasi. Secara teknis disampaikan juga tentang strategi menyusun roadmap dan merancang track record peneliti. Roadmap penelitian sebaiknya disusun untuk 30 tahun ke depan, harus (1) jelas, ringkas, padat, dan harus mudah dipahami; (2) sesuai format tertentu; (3) dapat dilaksanakan; (4) terukur; (5) adjustable; (6) terinci; (7) merupakan kesepakatan bersama yang memberikan gambaran kesadaran akan tanggungjawab yang harus diselesaikan; dan (8)  menjadi dokumen resmi kelompok peneliti atau prodi.

    Tema lain yang dibahas adalah cara mengelola riset payung, yaitu penelitian kolaboratif suatu tema besar penelitian yang dibagi atau diturunkan ke dalam beberapa subtema penelitian yang lebih kecil. Masing-masing subtema penelitian tersebut menjadi bagian saling melengkapi jika digabungkan, akan tetapi jika dipisahpun dapat berdiri sendiri.

    Workshp Penyusunan Proposal Unggulan